Contact Information

Malang, Jawa Timur - Indonesia

We Are Available 24/ 7. Call Now.

Serangan itu juga tampaknya tidak lagi aktif, karena tidak ada aktivitas pada kontrak berbahaya selama lebih dari 15 jam.

Pasar non-fungible token (NFT) OpenSea mengatakan bahwa 17 pengguna terkena dampak serangan phishing hari Minggu, bukan 32 pengguna yang dilaporkan sebelumnya.

  • Serangan phishing menargetkan kontrak pintar pada platform OpenSea.
  • “Jumlah asli kami termasuk siapa saja yang telah berinteraksi dengan penyerang, bukan mereka yang menjadi korban serangan phishing,” cuit marketplace pada Senin.
  • Serangan itu juga tampaknya tidak lagi aktif, karena tidak ada aktivitas pada kontrak berbahaya selama lebih dari 15 jam, kata perusahaan itu.
  • OpenSea masih belum menentukan sumber pasti dari serangan phishing yang pertama kali terdeteksi pada dini hari Minggu pagi, menyusul rumor yang beredar tentang eksploitasi kontrak pintar di platform.
  • CEO Devin Finzer kemudian men-tweet bahwa 32 pengguna telah “menandatangani muatan berbahaya dari penyerang, dan beberapa NFT mereka dicuri.”
  • Perusahaan keamanan Blockchain PeckShield mengatakan bahwa eksploitasi itu adalah “kemungkinan besar phishing”, di mana pengguna mengizinkan migrasi NFT mereka ke kontrak pintar baru yang memungkinkan mereka untuk dicuri. NFT adalah aset digital pada blockchain yang mewakili kepemilikan barang virtual atau fisik.
  • OpenSea adalah salah satu platform paling menonjol di dunia NFT, dengan putaran investasi 300 juta USD baru-baru ini senilai 13,3 miliar USD. Ini telah melihat 3,77 miliar USD volume perdagangan dalam 30 hari terakhir, menurut data dari DappRadar.

Sumber: https://www.coindesk.com/business/2022/02/21/opensea-says-phishing-attack-impacted-17-users/

Share:

administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published.